I just heard another stories about the jungle that will be vanish….
 |
| The rope we left, so if someone come here again and if they want to climb on, they just climb :) |
Puasa dua tahun lalu sayang menghabiskan hampir 2.5 minggu di halmahera, mulai dari ternate hingga tobelo, aketajawe juga salah satu nya...
Two years ago on fasting month, in muslim moment before idul fitri, i spent almost two and half week stay in halmahera, start from ternate to tobelo, and aketajawe is the one that i can't deny it.
Senangnya
luar biasa pas berhasil memasukan Halmahera ke salah satu tempat untuk di
liput. Taman nasional aketajawe tempatnya burung bidadari sungguh menggugah
keinginan untuk membawa sebanyak banyak kamera. I am so excited when i know my research to halmahera is approved so i can go the to filming it. The Aketajawe national park is the place where to amazing and beautiful bird Standardwing stay, makes me want to bring alot of camera as many as i can carry.
Untuk
ukuran taman nasional, aketajawe tidak terlalu besar, hanya sekitar 167.300
hektare. Namun perannya gak bisa dibilang sepele, karena ada sekitar 23 jenis
burung endemic yang tinggal di hutan yang diresmikan menjadi Taman Nasioanl pada tahun 2004
The park is considered by BirdLife International to be vital for the survival of at least 23 endemic bird species. Aketajawe-Lolobata, which has an area of 167,300 hectares, was declared a national park in 2004.
Perjalanan
dari kota (ternate) menuju sofifi di mulai dari kapal ferry penghubung pulau,
sampai di sofifi perjalanan darat menuju pintu masuk taman nasionalnya sekitar
2-3jam yang dilanjutkan jalan kaki masuk ke hutan lewati sungai (untung gak
melewati samudera juga :D) sekitar 2-3 jam juga. The trip start from big city ternate to the sofifi by ship as a island connector. Arriving in sofifi we continue by car which spent 2-3 hours, and then take a walk into the National Park about 2-3 hours too, fiuhh, quite long huh :)
 |
| Anak Suku Tobelo Dalam |
 |
| Senyum yang mengembang dengan teman masyarakat adat |
 |
| Bisa jadi model, seperti turunan portugis |
Sampai
di pos peristirahatan teman teman adat setempat biasa langsung membuatkan tenda
semi tradisonal, kayu yang dipotong dan atapnya pake terpal. Oh yah lupa gw
ngejelasin tentang kru, ekspedisi nya terdiri dari 12 orang, 2 kameramen, gw
dan mas sri, 2 orang taman nasional (kebetulan kita gak pake polisi hutan karena
peneliti taman nasional nya mau ikut), 1 driver, 2 orang teman mapala untuk set
up safety pas naik ke pohon yang konon sampe 50 meter T_____T, dan 5 nya porter dari suku tobelo dalam atau toguli, masyarakat adat yang mendiami hutan sejak ratusan tahun lalu, salah satunya
papa loren, yang sudah diangkat menjadi pegawai sementara untuk taman nasional,
good to hear that. Once we arrived the last post, the crew make a tend, speaking about crew i just forget to mention my local firend who come with us to filming the bird, we have 2 man from the National park as our researcher, one driver and two best friend from university who make us the safety line to get in to the highest tree, we heard that sometimes the tree is 50 metre tall, weww.... Last but not least, the local, we call toguli who stay in the the jungle in houndred years, respect to them.
 |
| Tenda yang sudah terpasang diakhir siang |
 |
| The Old man papa loren, big hug! :) |
Dipos
ini pasokan air dan makan cukup tersedia dengan baik, ada aliran sungai kecil
yang menuju ke sungai besar, sangat jernih. Sementara untuk makanan, papa loren
suka mencarikan kita sogili, sejenis belut besar yang biasa tinggal diantara
batu sungai sungai, ada juga pohon dan daun daunan yang bisa dijadikan sayur,
tapi makanan utama tetap tersedia sebagai perbekalan utama selama 5 hari. Lucky we have good water resource, small river that lead into big river where living sogili, a big fresh water mooray, so many food resource here from tree and leaf that we can eat too. but the main food we bring from the city as our supply for the next 5 days
 |
| siap siap masak |
 |
| Good water supply |
 |
| Looking up for sogili, tapi emang ga bakat ya gak ketemu :p |
 |
| Bersih bersih |
 |
| Makanan langsung dari alam (yang dikantong plastik jagung dari halaman hutan) |
Setelah semua set up, berangkatlah pep same nyong (anak mapala) untuk membuat safety gear persiapan untuk manjat ke pohon pohon yang sudah di tentukan untuk melihat posisi burung yang terbaik, well ternyata emang gak gampang, dan cenderung membahayakan. Tapi syukur setelah 4 jam bergulat dengan pohon, alat alat berhasil dipasang, dan saya bisa manjat besok pagi nya.
When the tend and all the things was set up, its time to pep and nyong to make a safety line for us, it takes 4 hours, thanks God we can take scene in the next morning, i salute you guys :)
 |
| Pep mulai manjat |
 |
| Wisnu inpatient waiting for his turn |
 |
| Me documentating from 40 meter high |
The result is here
 |
| The famous bidadari bird, Semioptera wallacii |
Saya selalu berharap bahwa hutan ini tidak pernah disentuh untuk di ekploitasi demi kepentingan sesaat, karena seperti kehidupan sebelumnya, Alam selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
I always pray that the forest is never been exploited for the short term result, for some one who has any interest for their self, cause, as like the life before, nature is always giving the best for US
 |
| Persiapan sebelum wawancara |
 |
| Such a good day, cause forest give us the peace :) |
Note:
- Pesawat Jakarta-Ternate mulai dari 700rb-1,5jt
sekali perjalanan
- Rental mobil sekitaran 350rb-400rb tergantung
jarak perjalanan
- Jarak tempuh ternate-tobelo sekitaran 4-5 jam
dengan naik kapal fery dulu untuk sampai di sofifi
- Jika ingin ke morotai, maka perlu naik 2 kali
fery, pertama di sofifi, ke dua di tobelo
- Untuk tiket masuk, dulu masuk pake izin liputan
dengan bayar SIMAKSI 1,3jt
- Untuk info lengkapnya tentang Taman
Nasional Aketajawe sini
---------> the video when we in the ferry
Tidak ada komentar:
Posting Komentar