Muhammad Fazlur nama saya, orang kenal saya dengan nama acu, acutski, nudi. Untuk nama yang terakhir saya, diberikan oleh teman dekat, seorang penyelam yang sangat dekat ke saya, dia berikan karena pada suatu waktu, ketika saya selesai menyelesaikan assignment saya, saya pulang dengan kulit yang sangat hitam, terpapar sinar matahari ketika mengambil gambar ataupun ketika diving, rasanya nikmat menjadi hitam, rasanya nikmat menjadi diri sendiri, ketika banyak orang berusaha menghlangkan unsur hitam didalam dirinya, coba liat artis indonesia sekarang, gak laki gak perempuan maunya terlihat putih dan manis, padahal kita orang asia, ditakdirkan memiliki gen hitam, sampai iklan iklan kecantikan membuat tag "karena putih itu keharusan", coba cek, mana ada iklan kecantikan, orangnya hitam atau kecoklatan? hehe. Balik lagi ke cerita, sampai di jakarta, saya bertemu teman ini, dan dia tersenyum sambil memanggil saya NUDI, base on nudibranch, lebih tepatnya ke jenis Nembrotha kubaryaba, si nudi yang super item, tapi punya corak warna ngejreng, semenjak itu nama saya bertambah satu :)
Sudah 7 tahun saya bekerja didunia broadcasting, dulu ketika umur saya muda, saya tidak pernah bermimpi untuk bekerja disini, walaupun saya sangat menginginkannya, tapi bermimpi sampai kesana tidak pernah, jurusan saya sepertinya tidak memungkinkan saya untuk bekerja di dunia broadcast, tapi Tuhan memang punya cara nya sendiri. Tahun 2005 saya memberanikan diri untuk memasukan CV diri saya ke TV7, seminggu, sebulan, setahun, dan saya berfikir realistis, saya melanjutkan hidup saya, bekerja di perusahaan pajak.
Tahun 2007 bulan juli, saya ingat sekali ketika telfon itu berdering, suara wanita yang mengatakan ingin menginterview saya, sekejap saya lupa pada pekerjaan saya saat ini. Satu minggu kemudian, saya resign dan memulai petualangan baru saya di dunia broadcasting.
Banyak sekali dunia yang saya lalui, sebagian besar merupakan pengalaman sekali seumur hidup, setiap langkah yang saya selalu syukuri, karena langkah ini membuat saya semakin dewasa
